Awas, informasi sampah

REPORTED BY: Andika Pratama

Awas, informasi sampah

Di era modern ini, segala informasi bisa didapat dengan mudah. Masyarakat bisa melihat dan mendengar informasi dari berbagai media baik elektronik, digital, maupun cetak.

Kita mengalami kelebihan informasi karena kita lebih banyak menerima berita dibandingkan dengan yang kita proses. Hal ini dapat mengancam dengan derasnya "informasi sampah" atau berita hoaks.

Pada zaman sekarang dengan banyaknya media membuat informasi sangat penting. Namun, sejumlah besar informasi yang kita dapat sangat tak berguna dan setiap hari membanjiri media tanah air, dan itulah yang diserap publik setiap hari.

Setiap hari kita disuguhi informasi-informasi sampah yang ditayangkan melalui media elektronik ataupun digital. Kemajuan teknologi informasi telah membuat informasi dengan cepat menyebar melalui internet, televisi, dan cetak.

Melalui media-media tersebut, informasi lintas negara kita peroleh dengan cepat. Setiap hari, kita tenggelam dengan lautan informasi yang luas. 

Banjir informasi dari televisi

Televisi merupakan salah satu media yang cepat memberitakan sebuah informasi baik dari dalam maupun luar negara. Hampir semua rumah memiliki televisi. Media eletronik ini sudah membius, dan telah menjadi sahabat setia yang menemai keseharian kita saat lelah beraktivitas.. 

Televisi adalah tontonan lezat yang bisa mengalihkan perhatian kita dari hal-hal penting, bahkan mendesak dalam kehidupan kita. Kotak hitam berlayar itu juga bisa memberikan dampak positif dan negatif bagi para pemirsanya.

Oleh karena itu, kita harus cerdas menonton televisi, terutama bagi anak-anak, yakni cukup dua jam sehari mereka nonton televisi. Anak-anak hanya boleh menonton acara yang bermutu dan menyerap informasi yang berguna.

Dampak banjir informasi

Informasi yang setiap hari kita peroleh membuat kita kesulitan dalam menanganinya. Banyaknya berita menjadikan kita seperti budak, jika kita tidak bisa memilih dan memilah bisa-bisa kita hanya mendapatkan informasi sampah.

Inilah salah satu dampak negatif bila pikiran kita terus dibombardir oleh informasi tersebut. Untuk itu, kita harus bisa mengendalikan dan memenej berita yang kita peroleh.

Otak yang merupakan "prosesor" informasi hanya bisa memproses informasi dengan kecepatan tertentu. Jika otak kita sudah overload, maka otak perlu rehat. Apabila, otak kelebihan informasi akan menyebabkan efek samping yang tidak sehat.

Abaikan informasi yang tak berguna

Untuk mencegah hal ini dan memastikan bahwa hanya informasi yang layak masuk ke otak, maka kita perlu mengabaikan informasi yang tidak berguna. Alasanya, agar informasi yang kita dapat bisa membuat kita kebih tahu dan maju.

Tetap setia ke Jokowi, Novanto aman?
Melindungi karya seni dari jepretan dan sentuhan
Malaysia sengaja provokasi Indonesia?
Candaan Adhyaksa Dault soal Pramuka jadi menantu idaman
Tempat wisata di Dieng yang wajib Anda kunjungi
Fetching news ...