Menjadikan perpustakaan tempat rekreasi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Menjadikan perpustakaan tempat rekreasi

Anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana mengingatkan supaya para pemangku kebijakan melakukan terobosan untuk menumbuh kembangkan budaya gemar membaca dengan menjadikan perpustakaan sebagai sumber informasi dengan konsep rekreasi.

“Kami menginginkan perpustakaan menjadi tempat rekreasi, bagaimana caranya setiap akhir pekan perpustakaan itu buka. Kemudian keluarga muda dapat mengajak putera-puteri mereka ke perpustakaan untuk mengisi waktu luang,” papar Laila dalam Kunjungan Spesifik Komisi X di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (08/02/2018).

Ia mencontohkan salah satu perpustakaan di Kabupaten Semarang,  yang memiliki konsep kekinian. Menurutnya,  hal tersebut terbukti dapat menarik minat pengunjung ke perpustakaan, khususnya di akhir pekan.

“Perpustakaannya adalah taman terbuka,  ada saung di situ  dan keluarga bisa membaca di situ sambil makan dan minum. Nah, ini terobosan dari Perpusda setempat agar masyarakat mencintai perpustakaan, bukan seperti hanya kantor, tapi bagaimana menjadi tempat rekreasi,” jelas Laila.

Politisi F-PAN ini menyebutkan,  akses masyarakat Indonesia terhadap perpustakaan baru mencapai 41 persen dari total penduduk Indonesia yang memanfaatkan perpustakaan, dengan tingkat kunjungan ke perpustakaan kurang dari 2 persen per hari.

Oleh karena itu, ia menegaskan  perlunya komitmen pemerintah pusat melalui Perpusnas serta pemerintah daerah dalam memajukan perpustakaan dan keberpihakan anggaran yang dicerminkan dalam APBD.  Selain itu, ia meminta Taman Baca Masyarakat (TBM) dapat mengakses dana desa supaya mempunyai sarana prasarana yang cukup, seperti rak buku dan koleksi buku.

“Karena bagaimanapun TBM adalah yang langsung berhubungan dengan masyarakat,  kalau mereka kekurangan bagaimana bisa minat baca ini meningkat. Anggaran untuk Perpus Daerah harus signifikan sehingga TBM bisa dirasakan manfaatnya,” pungkas politisi dari Dapil Jateng IV itu.

Meningkatkan minat baca

Masih terkait isu yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti rendahnya minat baca dan literasi di Indonesia. Padahal, budaya gemar membaca merupakan bagian utama dari pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius dalam mendorong minat baca di masyarakat.

Berdasarkan data Central Connecticut University tahun 2016, Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara. Sementara itu,  kajian Perpusnas tahun 2016 menunjukkan bahwa tingkat budaya baca masyarakat pada kategori rendah dengan rata-rata 26,7.

“Taman Baca Masyarakat (TBM) sangat penting. Keberadaan TBM di tengah-tengah masyarakat menjadi upaya untuk mempermudah akses terhadap buku bagi masyarakat. Tetapi, yang kami temukan, TBM yang didirikan Kemendikbud tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Baik dari buku, rak, dan fasilitas lainnya,” kata Fikri.

Lebih lanjut politisi F-PKS ini menjelaskan  untuk meningkatkan minat baca dari bawah diperlukan penguatan TBM, karena sarana tersebut menjadi ujung tombak bagi akses masyarakat terhadap buku.

Menurut Fikri, perlu koordinasi antarkementerian dan lembaga yakni Perpusnas, Kemendikbud, Kemendesa dan Kemendagri, untuk membuat skema penguatan akses baca kepada masyarakat. Dengan koordinasi lintas kementerian tersebut, Fikri berharap upaya menumbuhkan minat baca masyarakat dapat lebih serius tergarap dan angkat literasi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dalam beberapa tahun ke depan.

Selain sarana prasarana, Fikri menilai sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ini juga masih dibayangi masalah. Pasalnya, saat ini porsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengenai jabatan fungsional termasuk bagi pustakawan belum memadai sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kunjungan tersebut terungkap, berdasarkan Permenristekdikti Nomor 49/2015 level pustakawan hanya sampai pada level madya. “Pustakawan yang sebelumnya sudah menjadi pustakawan utama, harus turun levelnya, bahkan tunjangannya pun harus dikembalikan,” imbuh politisi asal dapil Jawa Tengah itu.

Sementara itu,  Asisten III Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB Imhal mengatakan,  saat ini provinsi sedang menggalakan lomba-lomba literasi serta promosi perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kami juga membantu dukungan buku ke semua desa, masjid-masjid dan beberapa sekolah. Untuk di sekolah sudah ada gerakan cinta membaca,  di mana setiap kelas dibagi untuk mengunjungi perpustakaan kemudian hasil kunjungan siswa akan dijadikan bahan penilaian siswa,” jelasnya. 

Laku keras, ‘baju koko’ Wakanda akan hiasi suasana lebaran 2018
Menteri Amran sebut banyak konglomerat lahir dari sektor pertanian
Rupiah terpuruk, utang bertumpuk
SpaceX luncurkan satelit pantau kondisi air Bumi
Majestic Fest 2018 support karya anak bangsa
Fetching news ...