Sudah sering santap kue kering saat lebaran? begini sejarahnya!

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Sudah sering santap kue kering saat lebaran? begini sejarahnya!

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi, hari raya  umat muslim ini sangat identik dengan berbagai macam makanan. Salah satunya yang tak boleh ketinggalan adalah kue kering.

Kue yang satu ini laku keras menjelang lebaran. Yaa, semua rumah di hari raya pasti menyajikan beragam kue kering mulai dari rasa manis, asin dan gurih.  

Mungkin selama ini setiap lebaran kita hanya menikmatinya saja, tanpa mengetahui bagaimana kue kering pertama kali dibuat. Nah, saatnya kita mengetahui bagaimana asal mula kue kering ini dibuat.

Asal mula dibuatnya kue kering ini karena ketidaksengajaan, kue ini dibuat oleh seorang pembuat kue yang ingin membuat kue ulang tahun denagn ukuran yang besar.

Sebelum dipanggang ke oven, ia mencoba kue terlebih dahulu dengan mengambil sedikit adonan untuk menguji suhu saja. Ternyata, adonan kecil tadi menjadi kering dan rasanya tak kalah enak dari kue yang biasa ia buat. Tanpa diduga kue kecil untuk percobaan itu bertahan sampai saat ini.

Orang Belanda biasa menyebut kue kering dengan sebutan “cookie” yang berasal dari kata “keokje” bahasa Belanda yang artinya kue kecil. Nama kue tersebut disesuaikan dengan bentuknya. 

Sampai saat ini adonan kecil yang dipanggang dan berbentuk kecil itu memiliki banyak penggemar dibelahan dunia. Sebelum mengenalkan kepada dunia luas, Belanda mengenalkan kue kering atau cookies kepada Amerika Serikat, disusul Inggris dan Skotlandia pada abad ke 19.

Pada masa ini pembuatan kue kering dilakukan oleh industri rumahan dan beberapa resep baru dibuat di Amerika.

Di Inggris, kue kecil yang manis ini menjadi hidangan utama untuk menemani tradisi afternoon tea. Jadi, selama ini kue kering yang biasa kita nikmati di hari raya itu adalah warisan dari Belanda. Kue kering yang populer saat itu berbentuk persegi kecil yang dihiasi dengan kuning telur dan rempah-rempah.

Setelah berakhirnya revolusi industi pada abad ke-19,teknologi pembuatan kue makin maju. Saat itu, bermacam-macam kue kering dibuat mulai dari rasa manis, asin, hingga gurih. Sejak saat itu kue kering menjadi sajian wajib untuk merayakan hari-hari besar di Eropa.

Di Indonesia salah satu kue kering yang terkenal menjelang lebaran adalah nastar. Diketahui nastar masuk ke Indonesai ketika masa penjajahan Belanda, saat itu kue kering menjadi penganan pengganti pie blueberry atau apel yang merupakan kegemaran bangsa Belanda.

Nama nastar adalah kepanjangan dari bahasa Belanda  yaitu “Ananas/nanas” dan “Taart/tart/pie” adalah Tart nanas.

Hingga saat ini beragam kue kering membanjiri pasar di seluruh Indonesia. Tak hanya nastar, aneka ragam kue kering yang selalu tersaji di hari raya seperti kue putri salju, kastengel,pastel kecil, kue bawang, lidah kucing dan masih banyak yang lainnya..

 

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...