Substansi Pancasila ada di setiap agama

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Substansi Pancasila ada di setiap agama "Pancasila bukan milik suatu kelompok tertentu." - Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan bahwa Pancasila sarat dengan nilai-nilai agama. Nilai tersebut antara lain ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan. Karenanya, Pancasila bukan milik satu agama atau kelompok tertentu.

“Semua agama memiliki ajaran terkait substansi dan esensi Pancasila," tutur Menag saat memberikan  Pembinaan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama se-Provinsi Gorontalo di Asrama Haji Gorontalo, Kamis (12/10).

Menag memberikan gambaran bahwa jika seseorang berketuhanan, berperikemanusiaan, berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keutuhan persatuan kita, maka hakikatnya adalah manifestasi dari kewajibannya sebagai umat beragama mengamalkan nilai-nilai agama dalam konteks hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Isi Pancasila semuanya adalah nilai-nilai agama.  Lima sila Pancasila didapat dari nilai-nilai agama. Yang perlu kita luruskan adalah, Pancasila bukan milik suatu kelompok tertentu,” imbuhnya.

Menag mengapresiasi kualitas kerukunan hidup masyarakat Gorontalo,  baik intern maupun antarumat beragama. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari kiprah para tokoh agama dan semua pihak sesuai dengan tugasnya masing-masing.

"Tugas kita adalah tetap menjaga, merawat dan melestarikan kerukunan ini. Betapa, meski kita sangat beragam dan kita sangat besar namun hingga saat ini, kita mampu hidup berdampingan dan rukun. Ini Semua tak lepas dari para pendahulu kita,” ujarnya. 

Para pendiri bangsa, kata Menag, mampu menemukan perajut persatuan dan kerukunan dalam kemajemukan, dan itu adalah  agama. Sementara negara lain,  karena ketidakmampuan menjaga keragaman, terjadi konflik. 

Menjaga persatuan dan kerukunan menurut Menag penting agar kehidupan bangsa terus maju dan  masa depan generasi mendatang semakin baik. Sesuai tugasnya, Kemenag juga terus melakukan upaya peningkatan layanan, baik terkait haji, kerukunan, kehidupan agama,  maupun pendidikan agama dan keagamaan. 

“Semua ini kita lakukan dalam rangka agar kita kehidupan yang lebih baik dan terus rukun bersatu," jelas Menag.

Menag mengajak semua tokoh agama meMberikan pemahaman yang mendalam terhadap falsafah Pancasila sebagai ideologi negara, agar tidak mudah diadu domba dan tidak mudah tercerai berai. Semua elemen perlu memahami dengan baik hakikat pancasila yang mengandung rumusan esensi religius, termasuk mengedepankan harmoni dalam menjalin pergaulan dalam keberagaman.

Sebagai umat beragama, lanjut Menag, peningkatan kualitas keagamaan tercermin pada sikap dan perilaku yang baik, bermoral, dan beretika. Sedangkan sebagai warga negara, diharapkan semakin baik pemahamannya atas hak dan kewajiban, patuh pada peraturan, dan aktif dalam mewujudkan hubungan yang baik antara warga dan negara.

Selain keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, tampak hadir  Wagub Gorontalo, Dirjen Bimas Islam, Rektor IAIN Gorontalo, Bupati Gorontalo, Walikota Gorontalo, Polda, serta Kejaksaan dan Kodam.

Pidato kontroversial Anies di mata pendukung dan lawan politik
Alasan PKS kukuh tolak Perppu Ormas
Optimisme penyelenggaraan Asian Games 2018
Mensinergikan akademisi dan pelaku usaha
Seniman Indonesia-Singapura dorong perubahan sosial lewat musik
Fetching news ...