Airlangga bujuk SBY agar dukung Jokowi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Airlangga bujuk SBY agar dukung Jokowi Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu

Politisi Partai Demokrat Hinca Panjaitan membenarkan bahwa Ketum Partai Golkar Airlangga mengajak Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Apakah benar ada ajakan kepada Pak Jokowi? Itu betul. Jadi, dari Partai Demokrat kan sudah disampaikan oleh Pak SBY, kita tidak mempunyai Capres.  Kami menyiapkan Wapres," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (12/08/2018).

Sebelumnya, pada Selasa (10/07), Airlangga menyambangi SBY di rumahnya. Dalam pertemuan tersebut, SBY menjelaskan bahwa Partai Demokrat juga membuka opsi untuk bergabung dengan koalisi Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Di samping itu, Partai Demokrat mempertimbangkan opsi ketiga untuk mengusung tokoh selain Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Nah yang ada itu tinggal Pak Jokowi, Pak Prabowo, atau kemungkinan yang bukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo. Tentu ajakan itu ada, dan yuk mari kita timbang sama-sama," kata Hinca

Hinca menyebutkan Airlangga datang untuk membuka peluang apakah Demokrat dan Golkar dapat duduk dalam satu koalisi sebelum tanggal 4 Agustus 2018.

Saat ditanya tentang persyaratan partai untuk berkoalisi dengan Demokrat, Hinca menyebutkan tidak ada syarat bagi partai politik untuk bergabung bersama Demokrat di Pilpres 2019 nanti. Namun, menurutnya untuk berkoalisi diperlukan pemikiran yang sejalan terutama dalam diskusi-diskusi penting.

"Bukan syaratnya apa tapi yuk sama-sama kita. Karena kan kalau misalnya bareng 5 tahun. haruslah punya pikiran yang sama," tutup Hinca.

Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa partainya konsisten mengusung Presiden Jokowi maju di Pilpres 2019. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan mendukung Jokowi tersebut berdasarkan Rapimnas dan Munas Partai Golkar.

"Spekulasi silaturahmi antarpimpinan partai itu suatu hal yang biasa karena kita kan antarpimpinan partai suasana cair, dan kemudian posisi Partai Golkar itu sudah final. Sudah diputus dalam Rapimnas dan Munas dan bahkan Partai Golkar yang paling awal mendukung Pak Jokowi," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Airlangga juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sangat penting mengingat Partai Demokrat belum menentukan pilihannya apakah bakal mendukung Jokowi, Prabowo atau memiliki opsi ketiga. Komunikasi dibangun guna memperbesar koalisi dan menghindari kesalahpahaman. Menurutnya, dari hasil pertemuan itu Partai Demokrat memiliki peluang untuk masuk menjadi partai pengusung Jokowi.

TKN sambut baik PAN Sumsel yang membelot ke Jokowi
 Gerindra minta pemerintah lakukan audit E-KTP yang tercecer di Duren Sawit
PWJ desak usut tuntas pengeroyok wartawan di Polsek Ciracas
Komisi II nyatakan pentingnya netralitas PNS Banten
Bank BRI raih penghargaan tata kelola perusahaan terbaik
DPR nilai misi perdamaian sebagai modal Indonesia
Gerindra apresiasi pengakuan La Nyalla Mahmud yang sebar isu Jokowi PKI
IHSG menguat, namun saham dua perusahaan ini ajlok
DPR belum putuskan bentuk Pansus bahas e-KTP
DPR: saatnya fokus pada daerah kepulauan
Tips beli produk Puma original dengan harga murah
Utang menggunung Waskita Karya
Terlupakannya Asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi
Bantah pecat DPW Kalsel, PAN: Kami butuh Muhidin
DPR sebut pengrusakan Polsek Ciracas tindakan kekanak-kanakan
Fetching news ...