Petualang janda

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Petualang janda

Ada orang berseloroh bahwa ibu-ibu di kompleks perumahan pasti lebih was-was jika memiliki tetangga janda ketimbang yang masih lajang. Ada beberapa alasan kekuatiran tersebut: konon janda lebih pengalaman untuk menggaet pria, seorang janda memang membutuhkan pendamping sehingga lebih mudah menerima rayuan pria hidung loreng, atau ada pria yang memang hobi berburu janda.

Untuk yang terakhir ini, saya menemui seorang pria, sebut saja Bolang (42), seorang petualang dalam urusan gaet-menggaet janda.

Bolang adalah pria beristri dengan satu anak yang menikah pada 2010. Sejak dua tahun silam dia bekerja sebagai tenaga keamanan di sebuah kantor di Jakarta Selatan. Selain itu, Bolang memanfaatkan waktu dengan menjadi pengemudi ojek berbasis daring. Pantang memiliki waktu luang sekaligus menyalurkan hobi jalan-jalan, Bolang tidak melepaskan pekerjaan sebagai pemandu wisata lepas, terutama wisata pantai—profesi yang dia geluti jauh sebelum menjadi satpam dan pengemudi ojek daring.

Nah, profesi terakhir inilah yang menjadi pembuka hubungan spesialnya dengan sejumlah janda. 

“Waduh, lupa saya berapa jumlahnya. Pokoknya sejak 2007,” katanya saat ditanya berapa janda yang sudah dia kencani hingga sekarang. Akan tetapi, dia mengaku belum melebihi angka 30.

Sejak media sosial semakin massif, Bolang mengaku lebih mudah mendapatkan gebetan. Selain Facebook, Twitter adalah medsos yang darinya dia paling banyak mengenal janda baru. 

Apabila ternyata bersuami, Bolang tidak akan melanjutkan pembicaraan lebih serius. Modus yang Bolang gunakan untuk mengenal mereka lebih jauh adalah mengajak jalan-jalan, dengan menjadi partner kerjanya sebagai pemandu wisata.

“Saya tanya dulu, ‘suka jalan-jalan gak?!’. Kalau sudah suka, saya tanya lagi, bisa apa aja: fotografi, desain pamflet, atau promosi,” bebernya.

Bolang mengaku tidak akan mengajak sembarangan janda sebagai partner kerja, yang kemudian dia tahu bakal dijadikan partner di kasur.
“Harus ada manfaatnya juga buat kitalah. Mereka akan dapat honor juga dari trip,” katanya.

Kalau mereka sudah sepakat, Bolang akan membagi keuntungan sebesar rata-rata Rp300 ribu untuk sekali perjalanan wisata, menginap satu hingga dua malam. Bolang mengaku cukup transparan soal anggaran, tidak seperti kebanyakan pejabat.

Walaupun baru mengenal lewat medsos dan belum pernah bertatap  muka, Bolang selalu yakin akan mendapat servis dari para janda tersebut selama dalam perjalanan. Pasalnya, kamar yang disiapkan untuk pemandu hanya ada satu, sedangkan dia datang berdua. Kata orang tua jaman dulu kepada calon pengantin yang masih bau kencur, “kalau sudah di kamar, nanti juga sama-sama tahu harus ngapain.”

“Saya selalu punya cara untuk masuk. Saya biarkan dia sendiri sepanjang siang. Kalau sudah tampak bete, saya mendekat. Nah, kalau sudah malam, klien kan banyak acara tuh. Mulai dah saya rayu, ‘mereka asyik banget, masa kita diem-dieman aja’,” ujarnya mencontohkan cara dia mengambil hati sang janda.

Namanya juga janda, dikatakan Bolang, pasti kesepian. Oleh karena itu, ungkapan-ungkapan seperti itu akan membuat mereka tergoda. Kalau sudah seperti itu, obrolan akan semakin hangat. Seiring larutnya malam dan dinginnya angin laut, Bolang tinggal menunggu waktu untuk menghabiskan malam berduaan dengan sang janda. Ketika sesi acara sudah selesai, waktu sepenuhnya milik Bolang.

“Pernah ada yang nolak tidur berdua, lalu saya bilang, ‘ya sudah saya tidur di dermaga’. Akan tetapi, akhirnya dia kasihan. Akhirnya tidur bareng juga,” katanya.

Di setiap kesempatan sekamar berdua inilah Bolang memanfaatkan situasi. 

“Yang penting ‘keluar’ dan sama-sama enak,” katanya.

Bolang mengklaim menghindari senggama. Dia tak pernah membiarkan alat vitalnya melakukan penetrasi seksual. Bolang mengaku takut dosa!
Jadi, yang dilakukan bolang dengan para janda tersebut adalah blow job dan licking off.

“Hehehe,,,, ada yang setengah maksa minta masukin, tapi saya bilang jangan, biar dosanya tidak terlalu besar,” jelasnya.

Bolang mengaku kencannya dengan para janda sering berhenti setelah dia mendapatkan yang baru. Terkadang, ada juga yang berlanjut di kehidupannya. Misalnya, hubungannya dengan Amoy, seorang Janda anak satu yang sekarang membantu mempromosikan jasanya.

“Pernah dia minta banget agar dimasukin, lalu saya bilang, ‘jangan, di agama saya itu gak boleh; di agama situ juga gak boleh, kan?!’” katanya sambil menambahkan bahwa dia dan janda dengan satu anak tersebut berbeda keyakinan. 

Dengan janda ini, Bolang mengaku terkadang bercumbu di rumahnya saat istri dan anak semata wayangnya tidak ada.

Selain Amoy, Bolang juga mengaku menjalin hubungan gelap dengan seorang Janda yang tinggal di Jakarta Timur. Terkadang, Bolang mengajaknya kencan saat kebetulan dia sedang ada pesanan untuk mengantar penumpang.

“Sekalian mampir,” ujarnya sambil senyum-senyum seraya mengatakan bahwa dia terakhir kencan dua bulan lalu.

Bolang mengaku bahwa janda  memang jauh lebih mudah dipikat, ketimbang yang masih lajang. 

“Kalau lajang itu lebih susah. Mereka itu lebih banyak was-was, kecuali kalau memang sudah nakal, ya. Kalau janda itu gampang,” katanya.

Akan tetapi, bukan berarti pria bertubuh pendek ini tak pernah berhasil mengajak anak lajang. Bahkan, dia pernah menggaet seorang mahasiswi di sebuah kampus di Jakarta Timur, yang dikenalnya melalui BBM.

“Pernah ada, mahasiswi. Paginya saya dicuekin karena gak muasin dia. Dia agresif sekali,” katanya dengan serius.

Tak hanya itu, Bolang juga mengaku pernah melakukan aksi serupa dengan kliennya, seorang turis asal Korea. Padahal, Bolang sama sekali tunabahasa Inggris, apalagi Korea. Hanya berbekal bahasa tubuh, Bolang berhasil mengajak cewek Korea tersebut ke kamar tidur.

"Dia sepertinya kecewa saya tidak mau masukin, tapi saya tidak mengerti bahasanya," kata Bolang sambil cengar-cengir.

Tak semua aksi bolang berakhir sesuai keinginan. Dia menuturkan bahwa dirinya pernah mendadak berhenti saat sedang mencumbu seorang janda.

“Bau ‘itu’-nya,” pungkasnya.

8 pengetahuan tentang seks yang perlu diketahui sebelum menikah
Menggelorakan semangat pahlawan di dada anak bangsa
Integritas Jokowi diragukan usai tunduk pada ancaman Ma'ruf Amin
Mengintip sekolah fashion muslim pertama di Indonesia
Tanda haji yang diterima Allah
5 bank besar jadi korban sekte penghapus utang
Usai haji, AHY bakal gabung tim pemenangan Prabowo-Sandi
Kubu Jokowi bekali tim kelola media sosial
Bongkar intrik Ma'ruf Amin, Mahfud masih dukung Jokowi?
Lantik Wakapolri Syafruddin, Jokowi amankan suara Polri?
Soal tuntutan rotasi jabatan yang tak transparan, ini jawaban KPK
Orang Indonesia paling nggak bisa <i> nyusu </i>
Ma'ruf Amin perintahkan NU ancam Jokowi hanya tafsiran Mahfud MD
3 kali mogok dalam 12 hari, LRT Palembang 95 persen produk lokal
Legislator minta dalang pembakaran satu keluarga dihukum mati
Fetching news ...