Indonesia jadi pelopor utama ubah kulit kopi jadi bahan bakar

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Indonesia jadi pelopor utama ubah kulit kopi jadi bahan bakar Indonesia jadi pelopor utama ubah kulit kopi jadi bahan bakar

Pesatnya perkembangan industri pertanian di kawasan ASEAN tak dibarengi dengan pengetahuan tentang pengelolaan limbah. Padahal, limbah pertanian bisa sangat bermanfaat jika mau mengolahnya. Hal ini lah yang membuat  Ur-Farm membuat loka karya internasional di provinsi Lam Dong, Vietnam, Sabtu (05/05/2018).

Dalam loka karya ini, terdapat 50 petani kopi dari berbagai penjuru Asia yang hadir untuk mendengarkan bagaimana cara mengolah limbah kulit kopi menjadi bio-briket. 

Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon, mempunyai nilai kalori yang tinggi, dan dapat menyala dalam waktu yang lama. 

Bioarang adalah arang yang diperoleh dengan membakar biomassa kering tanpa udara. Sedangkan biomassa adalah bahan organik yang berasal dari jasad hidup. 

Biomassa sebenarnya dapat digunakan secara langsung sebagai sumber energi panas untuk bahan bakar, tetapi kurang efisien. Nilai bakar biomassa hanya sekitar 3000 kal, sedangkan bioarang mampu menghasilkan 5000 kal.

Ur-Farm mengatakan bahwa teknlogi ini adalah yang pertama di Asia Tenggara bahkan di dunia. Dengan bangga, mereka katakan bahwa untuk pertama kalinya teknologi ini diperkenalkan ke luar Indonesia.

Ur-Farm Coffee Coals merupakan sebuah inisiatif sosial yang mengubah kulit kopi menjadi energi terbarukan berbentuk bio-briket.

Proyek ini merupakan proyek sosial yang disponsori oleh U.S ASEAN Business Council melalui program YSEALI Seeds For The Future, sebuah program yang diinisiasi oleh mantan presiden Amerika Serikat: Barack Obama bertujuan memperkuat kepemimpinan dan konektivitas di wilayah Asia Tenggara.

Ur-Farm mengatakan bahwa masalah limbah pertanian membutuhkan penanganan yang tepat. Agar limbah dari industri tidak mencemari lingkungan sekitar. 

Layaknya produk pertanian lainnya, kopi juga menghasilkan limbah, yaitu berasal dari kulitnya. Limbah kulit kopi yang tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan pencemaraan di udara dan air. 

Polusi yang diakibatkan oleh kulit kopi tersebut dapat menyebabkan gangguan pernafasan bagi petani kopi maupun lingkungan masyarakat yang tinggal di daerah perkebunan. 

 “Workshop ini didedikasikan untuk mengurangi permasalahan limbah kulit kopi. Selama ini petani kopi memerlukan waktu 6 bulan untuk mengelola kulit kopi menjadi pupuk organik. Melalui teknologi yang saya ciptakan petani dapat mengelola kulit kopi menjadi briket, yang kemudian briket tersebut dapat digunakan untuk memasak, dan abu nya bisa digunakan secara langsung sebagai pupuk organik tanpa menunggu 6 bulan lamanya,” kata Profesor Teknologi Agrikultur Universitas Jember Dr. Soni Sisbudi.

Menurut CEO Ur-Farm Dea Amira, saat ini jumlah kulit kopi di wilayah Asia Tenggara hampir mencapai 1 juta ton. Di provinsi Jawa Timur, rata-rata petani kopi dapat mengolah kopi sebanyak 650.000 ton per tahun. Dengan adanya inovasi ini, dapat mengurangi limbah kulit kopi yang terbuang sia-sia dan bisa berdaya tepat guna.

Sementara itu, Ur-farm juga turut menyumbang bahan pengolah limbah kulit kopi agar proyek ini dapat terus berjalan. Mesin pengolah limbah kopi ini akan diberikan kepada petani kopi di Lam Dong, Vietnam dengan harapan tak ada lagi permasalahan limbah kulit kopi di daerah tersebut.

“Setelah negara Vietnam, Ur-Farm akan memberikan loka karya ke Davao, Phillipines pada bulan Agustus mendatang, dan Sumedang, Indonesia pada bulan September,” ujar COO Ur-Farm Riduan Aldina. 

Perlu diketahui, banyak sekali keuntungan dan manfaat yang bisa didapat dari bio-briket ini. Di antaranya panas yang dihasilkannya lebih panas dari batu bara. 

Bahan dari bio-briket juga merupakan bahan yang alami jadi aman untuk digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga. Selain itu dengan adanya teknologi bio-briket, para petani dapat memahami lebih lanjut pengelolaan produksi kopi. 

Dengan dikelolanya limbah kopi menjadi bahan bakar, meminalisir adanya limbah industri pertanian dan menjadikan masyarakat cerdas memanfaatkan limbah tepat guna. 

 

 

Laku keras, ‘baju koko’ Wakanda akan hiasi suasana lebaran 2018
Menteri Amran sebut banyak konglomerat lahir dari sektor pertanian
Rupiah terpuruk, utang bertumpuk
SpaceX luncurkan satelit pantau kondisi air Bumi
Majestic Fest 2018 support karya anak bangsa
Fetching news ...