6 Pahlawan Nasional baru yang disahkan Jokowi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

6 Pahlawan Nasional baru yang disahkan Jokowi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam orang tokoh yang dianggap berjasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk merebut dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Pemberian gelar tersebut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang mengatur kriteria pemberian tanda kehormatan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 123/TK/Tahun 2018 yang ditandatangani pada 6 November 2018, Presiden Joko Widodo menetapkan nama-nama di bawah ini sebagai Pahlawan Nasional:

1. Alm. Abdurrahman Baswedan (tokoh dari D.I. Yogyakarta);

2. Alm. Ir. H. Pangeran Mohammad Noor (tokoh dari Kalimantan Selatan);

3. Almh. Agung Hajjah Andi Depu (tokoh dari Sulawesi Barat);

4. Alm. Depati Amir (tokoh dari Bangka Belitung);

5. Alm. Mr. Kasman Singodimedjo (tokoh dari Jawa Tengah); dan

6. Alm. Brigjen K.H. Syam'un (tokoh dari Banten).

Penganugerahan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 8 November 2018, sekira pukul 13.00 WIB dihadiri oleh para ahli waris dari keenam tokoh tersebut.

Hari Pahlawan

Hari Pahlawan adalah hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, dan diperingati pada tanggal 10 November setiap tahunnya. Hari ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, ketika itu para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Hari nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Sementara itu, Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik–didefinisikan sebagai "perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya"–atau "berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara".

Kementerian Sosial Indonesia memberikan tujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorang individu untuk menjadi calon pahlawan nasional tersebut, yakni:

1. Warga Negara Indonesiayang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya:

a. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
b. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
c. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

2. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.

3. Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

4. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.

5. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.

6. Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.

7. Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...