Komnas Perempuan: Makin banyak masyarakat dukung RUU PKS

REPORTED BY: Insan Praditya

Komnas Perempuan: Makin banyak masyarakat dukung RUU PKS Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Indriyati Suparno

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Indriyati Suparno mengatakan desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) tak hanya dari pihaknya. Menurutnya, dukungan dan dorongan pengesahan RUU PKS juga berasal dari masyarakat.

"Bukan hanya Komnas Perempuan sekarang sebetulnya jaringan masyarakat sipil udah masif sekali ya," kata Indri saat ditemui wartawan Rimanews di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (14/02/2019).

Indri mengatakan pihaknya ingin sembilan bentuk kekerasan seksual yang masuk dalam draft RUU PKS segera disahkan serta ketentuan pidananya.

"Kita mau disahkan dengan elemen kunci pertama tindak pidananya sembilan bentuk, lalu soal hukum acaranya diakomodir, lalu soal ketentuan pidana," ujarnya 

Indri juga mengatakan selain sembilan bentuk kekerasan seksual dan ketentuan pidana, dalam RUU PKS juga terdapat aspek pencegahan dan pemulihan. 

"Terus aspek pencegahan dan pemulihan juga masuk. Yang sebelumnya UU yang mengatur pidana lainnya itu ga ada. jadi kita dorong itu," tuturnya.

Indri mengatakan pihaknya melihat masyarakat mulai memberikan dukungan terkait pengesahan RUU PKS melalui media sosial, infografis dan diskusi publik di kampung-kampung.

"Nah dorongan masyarakat sipil bergerak melalui medsos, Infografis, diskusi ditingkat kampung sama ditingkat provinsi itu dilakukan," katanya.

Selanjutnya, Indri mengatakan pihak Komnas Perempuan terus berkomunikasi dengan Komisi VIII DPR RI untuk memberikan pemahaman terkait informasi RUU PKS.  Ia mengatakan RUU PKS bukan RUU yang menyesatkan seperti yang pernah beredar di media sosial.

"Kami juga lobby kepada para pengambil kebijakan para politisi di panitia kerja di Komisi VIII DPR-RI. Kami lakukan dialog-dialog untuk memahamkan informasi tentang RUU PKS tidak sesat seperti yang sekarang ini, adakan," pungkasnya.

Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Es mencair, puluhan jenazah pendaki di Puncak Everest muncul
Dicoret di dua kabupaten, ini respons Partai Berkarya
BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Prabowo kampanye di Makassar, Sandiaga di Jawa Tengah
IHSG ditutup menguat di level 6.501
Mayoritas pemilih tidak tertarik janji capres
Usai Romy dicokok KPK, PPP yakin bangkit
Fetching news ...